Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 September 2013

Menulis Kreatif Naskah Drama Satu Babak dengan Memerhatikan Keaslian Ide



Pemahkah kalian mencoba menulis naskah drama? Menulis drama tidak jauh berbeda dengan menulis cerita pendek maupun prosa. Hal yang berbeda adalah bentuk penyajiannya. Cerita dalam drama disajikan dalam bentuk dialog dan para pelakunya.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun naskah drama meliputi berikut.


  1. Tema, Tema harus relevan dengan tujuan pementasan.
  2. Konflik, Konflik cukup tajam ditandai oleh plot yang penuh kejutan dan dialog yang mantap.
  3. Watak, Watak pelaku memungkinkan pertentangan yang memungkinkan ketajaman konflik.
  4. Bahasa, Bahasa yang digunakan mudah dipahami atau komunikatif.
  5. Mempunyai kemungkinan pementasan.

Kreativitas penulisan hendaknya dikembangkan berdasarkan keaslian ide dan pemikiran, imajinasi, atau perasaan kalian sendiri. Naskah yang kita tulis bukan merupakan jiplakan atau contekan dari naskah orang lain.

Penggunaan naskah atau buku lain sebagai referensi diperbolehkan, asalkan jangan sampai mengurangi keaslian ide kalian. Penulisan drama dapat kita awali dengan sebuah prolog sebagai pengantar dan epilog sebagai penjelasan akhir cerita.

Dalam menyusun dialog, pengarang harus benar-benar memerhatikan pembicaraan tokoh-tokoh dalam kehidupan sehari-hari. Pembicaraan yang ditulis oleh pengarang naskah drama adalah pembicaraan yang akan diucapkan dan harus pantas diucapkan di atas panggung. Bayangan pentas di atas panggung merupakan timan dan kehidupan sehari-hari, maka dialog yang ditulis juga mencerminkan pembicaraan sehari-hari.

Ragam bahasa dalam dialog tokoh-tokoh drama adalah bahasa lisan yang komunikatif dan bukan ragam bahasa tulis. Hal ini disebabkan karena drama adalah potret kenyataan. Nuansa dialog mungkin tidak lengkap dan akan dilengkapi oleh gerakan, musik, ekspresi wajah, dan sebagainya.
Pelukisan watak pemain dapat langsung pada dialog yang mewujudkan watak dan perkembangan lakon, tapi banyak juga dijumpai pada catatan samping (catatan teknis atau keterangan). Kesempurnaan sebuah naskah drama akan terlihat setelah dipentaskan.

Berwawancara dengan Narasumber




Wawancara merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi mengenai suatu hal. Wawancara memiliki unsur-unsur yang harus terpenuhi. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada, maka wawancara tersebut tidak dapat dilakukan.

Adapun unsur unsur berwawancara tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pewawancara atau orang yang mencari informasi yang berkedudukan sebagai penanya.

2. Narasumber atau informan atau orang yang diwawancarai. Dalam hal ini, narasumber atau informan berkedudukan sebagai penjawab pertanyaan atau pemberi informasi. Narasumber yang diwawancarai biasanya merupakan seseorang yang memiliki keterkaitan dengan perihal informasi yang diperlukan. Dalam hal ini, narasumber dapat berupa tokoh, ahli, atau orang biasa.

3. Tema atau perihal yang diwawancarakan. Tema sangat berperan dalam kegiatan wawancara. Dalam hal ini, tema menjadi pokok sekaligus pembatasan hal-hal yang dibicarakan.

4. Waktu atau kesempatan dan tempat.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berwawancara dengan narasumber adalah berikut:

1. Penguasaan materi, berkenaan dengan tema dan poin-poin permasalahan penting yang akan ditanyakan.

2. Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan informasi yang diperlukan.

3. Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, misal: grogi atau nervous.

4. Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk berwawan cara, misal: alat rekam atau alat tulis.

Adapun sebagai pewawancara, kalian hams memahami etika berwawancara. Etika berwawancara di antaranya berikut:

1. Mengucapkan salam, memperkenalkan din, dan berterima kasih atas kesempatan yang diberikan.
2. Menggunakan bahasa yang santun.
3. Menyampaikan pertanyaan secara sistematis dan urut.
4. Fokus pada maten wawancara.
5. Tidak menyudutkan narasumber dan tidak membuat tersinggung.
6. Tidak memancing pertanyaan yang menjurus pada fitnah atau mengadu domba.
7. Bersikap objektif dan simpatik.

Dengan berbekal hal semacam ini, kita akan lebih mudah untuk dapat menanyakan kepada masing-masing pihak (narasumber). Kebanyakan dari kita kebingungan harus menanyakan apa kepada narasumber yang berbeda. Hal ini akan dapat teratasi jika kita telah mempersiapkan tema dan poin-poin permasalahan penting yang akan ditanyakan kepada masing-masing narasumber sebelumnya.

Jumat, 23 Agustus 2013

Peran Bahasa Indonesia Bagi Dunia Pendidikan

Bahasa Indonesia
Bahasa merupakan alat komunikasi yang terpenting. Maka dari itu, bahasa mempunyai peran sentral dalam perkembangan intelektual, sosial dan,  emosional. Dengan peranannya yang sangat besar, bahasa Indonesia menjadi penunjang keberhasilan dalam mempelajari semua bidang studi.

Manfaat bahasa Indonesia bagi siswa dalam pembelajaran bahasa diharapkan membantu siswa mengenal dirinya, budaya sendiri dan budaya lain, mengemukakan gagasan dan perasaan, berpartisipasi dalam masyarakat satu bahasa, dan menggunakan kemampuan analitis dan imajinatif yang ada dalam dirinya.

Pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa di sekolah diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam;

1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulisan.

2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

3. Mahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif.

4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangan emosional dan sosial.

5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperluas budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

6. Menghargai dan mengembangkan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Nah udah taukan sobat betapa pentingnya bahasa Indonesia bagi dunia pendidikan? Jadi jangan pernah meremehkan bahasa Indonesia. Terkadang ada saja siswa-siswi yang memandang pelajaran Bahasa Indonesia sebelah mata. Cukup sekian postingan saya tentang peran Bahasa Indonesia bagi dunia pendidikan. Semoga bermanfaat.

Rabu, 21 Agustus 2013

Cara Menganalisis Laporan


Menulis
Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta dan keterangan yang melingkupi peristiwa atau perihal tersebut. Laporan mengenai peristiwa atau perihal yang bersifat penting atau resmi biasanya disampaikan dalam bentuk tulisan.

Menganalisis laporan berarti melakukan suatu kajian atau penelitian terhadap suatu laporan. Hal yang dianalisis dalam laporan dapat meliputi isi peristiwa, kronologi waktu, kelengkapan data, keabsahan dan bentuk laporan.

Supaya dalam menganalisis laporan yang kita simak dapat memberikan hasil yang maksimal, kalian perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menyimak laporan dengan seksama, sehingga dapat menangkap informasi yang disampaikan secara utuh dan lengkap secara terperinci.
  2. Melakukan pengecekan terhadap setiap hal yang dilaporkan secara detail dan cermat.
  3. Tidak mencampuradukkan antara fakta dan opin atau pendapat.
  4. Melakukan kajian terhadap kebenaran atau ketepatan hasil laporan tersebut.

Perlu diketahui juga bahwa ada beberapa langkah dalam menganalisis laporan. Beberapa langkah yang dapat membantu dalam proses menganalisis laporan adalah sebagai berikut:

  1. memahami isi laporan dari bentuk isi maupun kebahasaan.
  2. Menguraikan secara detail atau rinci pokok-pokok isi laporan.
  3. Memberikan suatu pandangan atau pendapat terhadap laporan berdasarkan suatu teori atau definisi (referensi).

Nahh sahabat, itulah Cara Menganalisis Laporan. Terimakasih sudah bersedia membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Cara Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu (Cara Menulis Tutorial)


Menulis
Cara Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu artinya sama saja dengan menuliskan tutorial. Apakah kalian pernah membuat suatu kerajinan atau kegiatan yang agak rumit dan pernahkah kalian menuliskan proses tersebut? Biasanya kita sering menemukan artikel yang bersifat tutorial di blog atau website yang bertebaran di internet? Nahh seperti itulah contoh Cara Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu.

Untuk menuliskannya kita harus memberikan petunjuk petunjuk pelaksanaan dengan urutan yang tepat dari awal hingga akhir proses. Disamping itu kita sebaiknya menggunakan kalimat yang efektif dan lugas sehingga mudah dimengerti oleh orang lain.

Tujuan dari postingan saya kali ini tentang Cara Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu agar kita dapat menyusun petunjuk melakukan sesuatu dengan urutan yang tepat dan menggunakan bahasa yang efektif.

Menulis petunjuk melakukan sesuatu haruslah secara jelas. Hal ini bertujuan agar pembaca petunjuk tidak mengalami kesalahan saat melakukan sesuatu yang di inginkan sesuai dengan petunjuk.

Dalam menulis petunjuk, kita perlu memperhatikan hal-hal seperti berikut.

  1. tuliskan petunjuk melakukan sesuatu secara urut sesuai urutan yang harus dilakukan, apabila perlu berikan penomoran.
  2. Tuliskan petunjuk secara rinci dan detail, sehingga pembaca petunjuk tidak mengalami kebingungan saat mengikuti tutorial tersebut.
  3. Cantumkan keterangan dengan lengkap berkaitan dengan hal yang akan dilakukan.
  4. Cantumkan hal-hal yang harus dihindari apabila hal yang akan dilakukan berkaitan dengan sesuatu yang dapat berdampak negatif dan berbhaya.
  5. Gunakan bahasa yang singkat, jelas dan komunikatif.
  6. Jika diperlukan, sertakan ilustrasi pendukung seperti gambar dan sebagainya.

Nahh sahabat, itulah Cara Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu. Terimakasih sudah bersedia membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.
 
Support : Twitter | Facebook | My Blog
Copyright © 2013. Cowok Feminim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modif Cowok Feminim
Proudly powered by Blogger