Selasa, 12 November 2013

Kerajaan Islam di Kepulauan Maluku

Ternate Tidore
Kepulauan Maluku terdiri atas pulau-pulau yang terletak antara pulau Sulawesi di barat dan pulau Papua di timur. Di kepulauan Maluku berdiri kesultanan-kesultanan Islam yang sangat berjasa dalam menyebarkan agama Islam di Indonesia Timur. Kesultanan yang terkenal adalah Ternate dan Tidore. Di samping itu, masih ada beberapa kesultanan kecil yaitu Obi, Bacan, Halmahera, dan Makyan.

Kesultanan Ternate dan Tidore adalah dua kesultanan yang makmur. Keduanya aktif dalam mengembangkan dakwah Islam. Islam dapat tersebar dan dipeluk oleh sebagian besar masyarakat Maluku sampai ke Papua bagian barat berkat jasa dua kesultanan ini. Ketenangan dan ketenteraman Ternate dan Tidore terusik ketika bangsa Barat datang ke wilayah ini. Bangsa Eropa yang pertama kali datang ke wilayah Maluku adaIah Portugis dan Spanyol. Bangsa Portugis dan Spanyol adalah bangsa yang pernah dijajah oleh orang Islam Arab pada abad ke-8 sampai dengan abad ke- 15. Ketika Portugis dan Spanyol menjumpai Islam di Maluku maka sikap dendam dan permusuhannya muncul.

Perlu kita ketahui bahwa dorongan Portugis pergi ke dunia Timur tidak persis sama dengan Belanda dan Inggris. Jika Belanda dan Inggris lebih dimotivasi mencari rempah-rempah demi mendapatkan keuntungan ekonomi yang besar, Portugis dan Spanyol membawa semboyan Gold, glory and gospel atau Emas, Kejayaan, dan Agama.

Artinya Portugis dan Spanyol dalam membawa misi: mencari emas atau uang sebanyak-banyaknya, ya mendapatkan kemasyhuran sebagai bangsa hebat tak terkalahkan, dan menyebarkan ajaran Agama Kristen.

Di Maluku, Portugis mendekati Ternate sedangkan Spanyol mendekati Tidore. Di smi Portugis dan Spanyol terlibat bersekongkol untuk membuat kedua kesultanan ini berperang. Portugis seolah membantu Ternate dan Spanyol juga seolah-olah membantu Tidore.
Peperangan antara kedua kesultanan tersebut membuat keduanya lemah. Akhirnya kedua kesultanan tersebut masing-masing tergantung pada Portugis dan Spanyol: Ternate pada Portugis dan Tidore pada Spanyol.

Dalam perkembangan berikutnya Portugis makin mendikte Ternate. Sultan Hairun, penguasa Ternate tidak dapat menerima sikap Portugis yang ikut campur terhadap kebijakan Ternate. Sultan Hairun akhirnya melawan Portugis. Pasukan Ternate yang dibantu oleh rakyat dapat mendesak Portugis. Dalam kondisi terdesak Portugis minta diadakan perundingan di benteng Sao Paulo. Akhirnya keduanya sepakat untuk berunding. Delegasi Ternate dipimpin langsung oleh Sultan Hairun sedangkan delegasi Portugis dipimpin oleh Gubernur Portugis di Maluku, De Mosqitar. Akan tetapi, ketika perundingan tengah berlangsung tiba-tiba masuk pasukan Portugis dan menangkap Sultan Hairun lalu membunuhnya. Perbuatan Portugis seperti ini merupakan perbuatan biadab yang tidak sesuai dengan etika politik dan pergaulan mana pun di dunia.


Perbuatan biadab Portugis tersebut membuat marah seluruh rakyat Maluku. Putra Sultan Hairun, sultan Baabullah melawan Portugis mati-matian. Rakyat Ternate membantu Sultan dengan semangat yang menyala-nyala. Bahkan Sultan Nuku dan Tidore yang pernah angkat senjata melawan Ternate akibat provokasi Spanyol kali ini membantu Ternate melawan Portugis. Dengan adanya perlawanan serempak dan seluruh rakyat Maluku akhirnya Portugis hengkang dari Maluku.

Related Post

Bagikan

Facebook Twitter Google+ Digg

1 komentar:

  1. ini pelajaran saya waktu SMP, tapi saya diingatkan kembali di sini, trims sob udah berbagi artikelnya :)

    BalasHapus

 
Support : Twitter | Facebook | My Blog
Copyright © 2013. Cowok Feminim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modif Cowok Feminim
Proudly powered by Blogger