Minggu, 29 Desember 2013

Gesang, Sebuah Legenda Maestro Keroncong

Gesang legenda keroncong
Tidak banyak pemusik Indonesia yang bisa menjadi legenda masyarakat dunia. Satu dari yang sedikit itu, ialah maestro keroncong asal Solo, Gesang Martohartono, pencipta lagu Bengawan Solo. Gesang yang lahir pada 1 Oktober 1917 itu, telah membuat sebuah lagu keroncong yang mampu menyeberangi lautan. Di usianya yang senja, Gesang telah membuktikan bahwa ia masih mampu merekam suaranya. Rekaman bertajuk Keroncong Asli Gesang ini diproduksi PT Gema Nada Pertiwi (GMP) Jakarta, September 2002. Peluncuran album rekaman itu dilakukan bersamaan dengan peringatan ulang tahunnya ke-85.

Sudah empat kali GMP memproduksì album khusus Gesang, yaìtu pada 1982,1988, 1999, dan 2002. Dari 14 lagu dalam rekaman compact disc (CD), enam di antaranya merupakan lagu yang belum pernah direkam. Yaitu Seto Ohashi (1988), Tembok Besar (1963), Borobudur  (1965), Urung (1970), Pandan wangi (1949), dan Swasafla Desa (1939). Selebihnya Lagu-lagu lama karya Gesang, yang temanya menyinggung usia Gesang yang sudah senja dan tentu saja Bengawan Solo. Dalam album ini juga diisi penyanyi-penyanyi kondang: Sundari Soekotjo, Tuty Tri Sedya, Asty Dewi, dan Waljinah.

Bengawan Solo amat terkenal di Jepang. Orang Jepang merasa Bengawan Solo membawa nostalgia tersendiri, terutama bagi warga senior yang telah mengenalnya sejak setengah abad yang lalu pada masa perang. Mereka bahkan membuat Bengawan Solo dalam versi bahasa Jepang. Gesang juga telah berkali-kali pergi ke Jepang dan mengadakan pertunjukan di sana. Para pemerhati dari Jepang ini, kemudian mendirikan Yayasan Pedulì Gesang (YPG) Mereka juga membentuk  Dana Himpunan Gesang dengan alasan bahwa “Bengawan Solo bersifat abadi”, bahkan sampai mendirikan sebuah monumen patung setengah badan Gesang di Taman Jeruk, Solo.

Nema Gesang dengan Bengawan Solo-nya juge cukup dikenal pula di daratan Tiongkok. Hal ini disebut sebagai jasa Bung Karno yang pada masa lalu sering membawa misi kesenian ke RRC, juga Vietnam, dan negara Asia Tenggara yang lain.

Melalul Gesang dan musik keroncong, orang menjadi sadar bahwa musik adalah sesuatu yang mutlak perlu bagi persahabatan dan perdamaian dunia. Lagu merupakan bahasa umum yang melintasi dunia. “Bengawan Solo” yang melintasi betas negara, dengan memperkaya hati manusia, telah menjembatani pertukaran kebudayaan antara Jepang dan Indonesia. Lebih-lebih lagi, berkat kerendahan hati Pak Gesang, kepribadiannya telah membawa keakraban dan kehangatan bagi banyak orang Jepang.

Album Emas:

Bengawan Solo                 Roda Dunia                         Luntur

Jembatan Merah                Dunia Berdamai                  Bumi Emas Tanah Airku
S
aputangan                       Tirtonadi                              Dongengan
Si Piatu
                             Pemuda Dewasa                  Sebelum Aku Mati

Related Post

Bagikan

Facebook Twitter Google+ Digg

4 komentar:

  1. wah hebat banget ya belaiu, bisa menjadi musisi legendaris Indonesia. Salut saya :)

    BalasHapus
  2. Sosok yang sungguh luar biasa,, tidak hanya dikenal di Indonesia tapi juga dikenal hingga ke Jepang,,

    ngomong2 blog baru ya.. yang lama kemana.. hehe.. :D

    BalasHapus
  3. Sang Legend..
    Semoga ke depan nya bangsa kita lebih memperhatikan budayawan kita!

    BalasHapus
  4. Lagu Bengawan Solo memang legend banget, ya... Banyak orang luar negeri yang suka. Semoga karya2 beliau gak pernah dilupakan :)

    BalasHapus

 
Support : Twitter | Facebook | My Blog
Copyright © 2013. Cowok Feminim - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modif Cowok Feminim
Proudly powered by Blogger