Tidak banyak pemusik
Indonesia yang bisa menjadi legenda masyarakat dunia. Satu dari yang sedikit itu, ialah maestro
keroncong asal Solo, Gesang
Martohartono, pencipta lagu Bengawan Solo.
Gesang yang lahir pada 1 Oktober
1917 itu, telah
membuat sebuah lagu keroncong yang mampu menyeberangi lautan. Di usianya yang senja, Gesang
telah membuktikan bahwa ia masih mampu merekam suaranya. Rekaman bertajuk Keroncong Asli Gesang ini diproduksi
PT Gema Nada Pertiwi (GMP) Jakarta, September 2002. Peluncuran album rekaman itu dilakukan bersamaan dengan peringatan ulang tahunnya ke-85.
Sudah empat kali GMP
memproduksì album khusus Gesang, yaìtu pada 1982,1988, 1999, dan 2002. Dari 14 lagu dalam rekaman compact disc (CD), enam di antaranya merupakan lagu yang
belum pernah direkam. Yaitu Seto Ohashi (1988), Tembok Besar (1963), Borobudur (1965), Urung (1970), Pandan wangi (1949), dan
Swasafla Desa (1939). Selebihnya
Lagu-lagu lama karya Gesang,
yang temanya menyinggung usia Gesang yang sudah senja dan tentu saja Bengawan Solo. Dalam album ini juga diisi penyanyi-penyanyi kondang: Sundari Soekotjo, Tuty Tri Sedya,
Asty Dewi, dan Waljinah.
Bengawan Solo amat
terkenal di Jepang. Orang Jepang merasa Bengawan Solo membawa nostalgia tersendiri, terutama bagi warga senior yang telah mengenalnya sejak setengah
abad yang lalu pada masa perang. Mereka bahkan membuat Bengawan Solo dalam versi bahasa Jepang. Gesang juga telah berkali-kali pergi ke Jepang dan mengadakan pertunjukan di sana. Para pemerhati dari Jepang ini, kemudian mendirikan Yayasan Pedulì Gesang (YPG) Mereka juga membentuk Dana Himpunan Gesang dengan alasan bahwa “Bengawan Solo bersifat abadi”, bahkan sampai mendirikan sebuah monumen patung setengah
badan Gesang di Taman Jeruk,
Solo.
Nema Gesang dengan
Bengawan Solo-nya juge cukup
dikenal pula di daratan Tiongkok. Hal ini disebut sebagai jasa Bung Karno yang pada masa lalu sering membawa misi kesenian ke RRC, juga Vietnam, dan negara Asia Tenggara yang lain.
Melalul Gesang dan
musik keroncong, orang menjadi
sadar bahwa musik adalah sesuatu yang mutlak perlu bagi persahabatan dan perdamaian dunia. Lagu merupakan bahasa umum yang melintasi dunia. “Bengawan Solo” yang melintasi betas negara, dengan memperkaya hati manusia, telah menjembatani pertukaran kebudayaan antara Jepang dan Indonesia.
Lebih-lebih lagi, berkat kerendahan hati Pak Gesang, kepribadiannya telah membawa keakraban dan
kehangatan bagi banyak orang Jepang.
Album Emas:
Bengawan
Solo Roda Dunia Luntur
Jembatan Merah Dunia Berdamai Bumi Emas Tanah Airku
Saputangan Tirtonadi Dongengan
Si Piatu Pemuda Dewasa Sebelum Aku Mati
Saputangan Tirtonadi Dongengan
Si Piatu Pemuda Dewasa Sebelum Aku Mati
wah hebat banget ya belaiu, bisa menjadi musisi legendaris Indonesia. Salut saya :)
BalasHapusSosok yang sungguh luar biasa,, tidak hanya dikenal di Indonesia tapi juga dikenal hingga ke Jepang,,
BalasHapusngomong2 blog baru ya.. yang lama kemana.. hehe.. :D
Sang Legend..
BalasHapusSemoga ke depan nya bangsa kita lebih memperhatikan budayawan kita!
Lagu Bengawan Solo memang legend banget, ya... Banyak orang luar negeri yang suka. Semoga karya2 beliau gak pernah dilupakan :)
BalasHapus